Selasa, 25 November 2008

Politisi, belajarlah mengakui kekalahan secara jantan

. Selasa, 25 November 2008

Terus terang tulisan ini diilhami oleh tulisan Bpk. Salahadin Wahid di harian Kompas, disitu ditulis tentang perlunya mengakui kekalahan bagi para calon pemimpin yang maju dalam pemilihan kepala daerah ato negara, juga ada contohnya, tak lupa juga karena lagi hangat ada tulisan tentang Mc. Cain yang berjiwa besar dengan memberikan pidato kekalahan dan bersikap sportif pada Obama dengan mengatakan "kalah". tidak berusaha untuk mencari kata-kata lain untuk menggantikan kata itu yang dirasa lebih halus maknanya, Ya kalah tetaplah kalah, tidak usah mencari alasan.....

nah semalem pas liat acara di salah satu tv, ada acara yg menampilkan salah satu calon wakil kepala daerah untuk salah satu propinsi di sumatera, yang kebetulan saat pilkada kemaren kalah...tapi ya itu sangat sulit mengakui kekalahan sehingga dia bilang "itu bukan kekalahan" bla bla bla, aduh untuk berjiwa besar saja kok sulit, kayaknya kalo mengakui kekalahan itu jadi turun harga dirinya, aduuuh aduuuuh..........yang jelas yang dilantik sebagai kepala daerah dan kepala daerah itu adalah yang menang dalam pilkada, yang tidak dilantik adalah yang kalah, apapun alasannya itu...........tapi untunglah bukan dia yang jadi pemimpin daerah itu, susah jadinya membayangkan daerah itu mau dibawa kemana, kalo berjiwa besar saja susah........

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Silahkan beri pendapat atau Komentarnya :)

 
pendapat-dan-opini.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by The Valley of Flowers in India of the Fractal Enlightenment