Senin, 06 April 2009

Terima duitnya, jangan contreng partainya

. Senin, 06 April 2009

Tinggal 2 hari lagi, bangsa ini akan melakukan sesuatu yang menentukan buat lima tahun ke depan, yaitu pemilihan umum untuk anggota DRPRD tingkat II, Tingkat I dan pusat serta Presiden/Wakil Presiden.

Yang menggembirakan dari pemilu kali ini adalah selama masa kampanye, korban jiwa sangat sedikit, jauh berkurang dari pemilu-pemilu sebelumnya dan juga berlangsung dengan aman dan tertib, Justru bentrokan-bentrokan yang ada dalam kampanye terjadi pada kampanye sebuah partai itu sendiri, antar simpatisan yang hadir, bukan antar simpatisan beda partai.

Walaupun kampanye pemilu ini telah berjalan dengan damai, namun tetap saja ada yang menjadi pertanyaan, misalnya seberapa efektifkah kampanye-kampanya terbuka yang berlangsung di lapangan, apakah program-program yang ditawarkan para jurkam itu sampai ke telingan simpatisan ato sebenarnya para simpatisan itu datang ke kampanye karena ada artis saja....?

Juga menjadi menarik diamati bahwa dengan melihat massa kampanye yang ckup besar pada saat hari kerja, menjadi pertanyaan, para simpatisan itu bekerja gak sih...? kok kalo bekerja mereka bisa tidak masuk kerja....? ato simpatisan kampanye banyak karena yang nganggur banyak sehingga mereka lebih baik ikut kampanye (bisa dapet duit he he he) daripada nganggur di rumah.

Menjelang pencontrengan kamis, ada kemungkinan akan ada lagi pemberian uang, kalo ada yang begitu, terima saja uangnya tapi jangan pernah contreng partai atu calegnya, karena itu mencerminkan, dari awal saja mereka sudah main uang, apalagi setelah mereka jadi anggota DPR he he he

Juga pilihlah caleg yang menguasai permasalahan, jangan pilih caleg yang kelihatan gak tahu apa apa......

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Silahkan beri pendapat atau Komentarnya :)

 
pendapat-dan-opini.blogspot.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Distributed by The Valley of Flowers in India of the Fractal Enlightenment